Kehidupan Kiwari untuk Pembelajaran

Kehidupan Kiwari untuk Pembelajaran
Opini, legalvoice.id - Kehidupan dan belajar, dua kontek pemahaman yang berbeda jika dilihat dari permukaan yang sama. Cara berpikir orang Yunani Kuno mempertegaskan belajar adalah hal yang sangat mendalam, terpisah dari kegiatan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Diungkapan dalam bahasa Latin Primum Vivere, Deinde Philosophari (hidup dulu, barulah berfilsafat) . Dapat ditarik benang merah, keduanya dapat dipastikan bertemu terdapat dalam satu wadah dinamakan sekolah (ruang pembelajaran). 

Istilah sekolah sebenarnya tidak hanya identik dengan tempat belajar, dalam bahasa Latin schola atau dalam bahasa Yunani Schole juga berarti waktu luang. Sehingga dalam hal ini sekolah adalah Kegiatan yang mengisi waktu luang, bersifat tidak wajib dengan runtinitas formal berdasarkan protokol dan dapat dikerjakan dengan senang untuk memperkaya pengetahuan (knowledge) atau memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.

“Perjuangan Warga Negara Indonesia saat ini bukan, inun sah jari jari ay  (apa yang akan terjadi terjadilah)”

Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Kehidupan, cara/keadaan seseorang untuk hidup (masih terus ada, bergerak dan dapat berkerja). Tentu menemukan cara untuk hidup tidak dapat ditempuh dan dipahami berdasarkan satu alur skenario. 

Organisme (segala jenis mahluk hidup) dalam kehidupan selalu mengalami berbagai cara agar dapat hidup seperti, melakukan metabolisme, mempertahankan homeostasis, memiliki kapasitas untuk tumbuh, menanggapi ransangan, bereproduksi dan menghadapi seleksi alam (kuat dan berkualitas selalu bertahan) serta dituntut dapat beradaptasi dengan lingkungan. 

Dalam ilmu filsafat dan agama juga memiliki konsepsi tentang suatu kehidupan dan sifatnya bervariasi. Kedua hal di atas menawarkan ke arah interpretasi mengenai bagaimana  kehidupan berkaitan dengan keberadaan dan kesadaran, sehingga menyentuh isu-isu terkait sikap hidup, tujuan, konsep Tuhan atau dewa, jiwa manusia atau kehidupan setelah kematian.

Semakin jauh melangkah banyak cara memaknai suatu kehidupan, dari berbagai sudut pandang yang ditemui . misalnya, sudut pandang eksistensialisme, makna kehidupan akan tercipta melalui pemikiran yang dimunculkan oleh sistem tubuh manusia secara fisik. 

Dalam Sudut pandang pragmatis,  ahli-ahli menyampaikan bahwa makna kehidupan lebih daripada kebenaran hidup, sehingga kita perlu mencari pemahaman hidup yang berguna. 

Serta dipertegas kembali sudut Pandang penyokong humanisme tujuan hidup adalah secara absolut makna terbina dalam untuk membiak (bertumbuh). 

Sehingga dari berbagai sudut pandang tersebut ternyata makna hidup tidak hanya terbatas oleh waktu melainkan suatu proses yang terus berjalan menjadi suatu kisah yang penuh berliku, kelangsungannya senantiasa berputar-putar di ruang lingkup yang sama dari satu generasi sejak mula manusia  diciptakan hinggalah menjejak kepada waktu hampir berakhirnya suatu peradaban (kiamat)  dan kisahnya selalu berujuang dalam suatu pembelajaran. 

Robert M. Gagne dalam buku: The Conditioning of Learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and which is not simply ascribable to process a groeth. 

Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan karena proses pertumbuhan saja. Gagne, berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalam diri dan keduanya saling berinteraksi. 

Sedangkan dalam KBBI Belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Secara pemahaman umum belajar dapat diartikan suatu proses memperoleh pengetahuan (knowledge) dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah dan kemampuan bereaksi. 
      
Berbeda dengan belajar, Pembelajaran memiliki makna lebih mengkerucut kedalam suatu upaya yang dilakukan dengan sengaja oleh pendidik (orang yang memiliki wawasan) untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, mengorganisasi dan menciptakan sistem lingkungan dengan berbagai metode sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara efektif dan efisien serta hasil yang optimal.  

Hal ini semakin memperjelas belajar dalam suatu ruang pembelajaran (sekolah/kampus), dengan sistem kurikulum memiliki harapan besar agar dapat membentuk insan yang berakhlak mulia dengan mata pelajaran sesuai moralitas bangsa dan dilengkapi guru yang berkualitas dalam bidangnya untuk kemajuan bangsa indonesia.
       
Sekolah sebagai tempat menimba dan mencari pengetahuan (knowledge)  secara universal sesuai dengan moralitas bangsa dan menjadi sebuah warisan intelektual peradaban barat yang lebih dulu mengenal demokratisasi pengetahuan. 

Sejalan dengan pemaknaan belajar itu sendiri dan menjadi bagian dari tanggung jawab manusia sebagai mahluk rasional, Jika  proses dalam belajar benar, maka akhlak dan pengetahuan siswa terbentuk dengan sendiri dalam ruang pembelajaran (sekolah).  

Menjadi catatan pentingnya, belajar dalam ruang pembelajaran (sekolah) menjadi jalan untuk mempermudah seseorang memaknai kehidupan didalam zaman kontemporer, sebab kita mulai mengerti bahkan berani menjawab pertanyaan mendasar dalam diri: apa yang harus dilakukan?Mengapa kita harus dilahirkan ? dan pertanyaan lainnya.

Menjadi pertanyaan sekarang di awal tahun 2020, yaitu tepanya pada tanggal 02 Maret 2020 setelah Coronavirus masuk keindonesia. 

Bagaimana karakteristik setiap siswa /mahasiswa saat ini, dalam menyikapi proses pembelajar secara formal di sekolah/kampus dialihkan untuk semtara waktu kerumah oleh pemerintah, disebabkan penyebaran pandemi Coronavirus yang begitu masif dan mengalami peningkatan secara signifikan sampai saat ini?. 

Sehingga dapat dianalogikan kondisi tersebut seolah menghantarkan kita ketempat berbeda untuk mengasingkan diri dari keramaian, tetapi masih dalam kontek pembelajaran. 

Hal di atas mengingatkan kita tentang hidup petapa (hermit) yang terkenal pada abad pertengahan, yaitu Julian of Norwich adalah biarawati yang terkenal lantaran ia rutin menulis catatan dan dibukukan pada 1670 dan diberi judul The Revelation of Divine Love, Buku pertama yang ditulis biarawati inggris. 

Dimana  julian menuliskan dalam bukunya bahwa setiap pemberian tuhan dilakukan atas dasar kasih abadi, semoga pernyataan tersebut sejalan dengan kondisi saat ini ditengah pandemi COVID-19, kasih abadi memang nyata dalam kehdupan bernegara.
       
Kembali pada pembahasan awal dalam sudut pandang orang Yunani kuno  “Hidup Dulu, Baru Berfilsafat”. Apabila kebutuhan kehidupan seperti kesehatan, makanan, rasa aman terpenuhi tentu proses kita dalam menimba pengetahuan di sekolah mudah untuk dilaksanakan (tanpa beban). 

Sudut pandang orang Yunani Kuno tentu Sejalan dengan banyaknya kebijakan dan himbawan dari Pemerintahan Negara Indonesia, yang  secara terus menerus diberlakukan pusat dan daerah seperti PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di kota-kota besar.

Karantina wilayah di beberapa daerah, menggunakan masker ketika berpergian keluar, rajin cuci tangan dan masih banyak lagi. Pastinya semua yang dilakukan bertujuan untuk menyelamatkan masyarakatnya dari indikasi terinfeksi virus corona  (COVID-19) agar dapat tetap dapat menjalankan kehidupan dengan sebagaimana mestinya.  
       
Memasuki bulan ke 4 (empat) di tahun ini, Coronavirus semakin ramai dalam pembicaraan media Internasional, Nasional bahkan lokal karena virus tersebut menular dengan cepat dan telah menyebar diberbagai nergara termasuk berkembang secara masif  di Indonesia sampai pada hari ini walapun banyak upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah. 

Data terakhir tanggal 19 April 2020, pukul 12.00 Wib, menunjukan jumlah kasus positif COVID – 19 mengalami peningkatan setiap harinya menjadi 6.575 kasus. 

Saatnya kita tidak bisa menutup mata karna, Coronavirus tidak hanya berdampak dalam sektor kesehatan, melainkan masuk dalam semua sendi kehidupan bernegara dan  sektor pariwisata, transfortasi, pendidikan, dll. Mengalami dampaknya.

Dalam bidang pendidikan secara terkhusus, sejak penyebaran Coronavirus  di Indonesia mengalami peningkatan. semua jenjang pendidikan, SD sampai Perguruan tinggi terjadi proses pengalihan  belajar mengajar dilaksanakan dirumah.

Tentunya banyak perubahan dan penyesuaian yang dialamai siswa/mahasiswa baik kearah kemajuan maupun kemunduran. Dalam menyikapi hal ini tentunya,  keluhan banyak muncul dari pihak ketiga (orang tua/wali) dari siswa dan mahasiswa. 

Keadaan seperti ini tidak ada yang perlu disalahkan dan dipersalahkan karna proses pembelajaran tidak efektif disebabkan keterbatasan dari kouta, jaringan tidak stabil, ketidakjelasan penyampaiaan guru/dosen ketika menerapkan pembelajaran berbasis daring, dan diperparah lagi ketidaksiapan tenaga pendidik dalam memfasilitasi proses pembelajaran berbasis online.
       
Dampak negatif yang banyak muncul dipermukaan, seperti banyak mata kuliah/pelajaran yang tidak tersampaikan secara menyeluruh serta sistem adminitrasi pengurusan berkas tidak tertata sebagaimana mestinya dibeberapa lembaga pembelajaran (sekola/PT). 

Hal seperti itu menyebabkan dilematis dalam diri mahasiswa yang awalnya belajar dalam ruang pembelajaran suatu proses untuk mendapatkan pengetahuan (knowledge)  demi suatu kehidupan lebih baik, malah menjadikan ruang pembelajaran sebagai tempat labirin baru (tempat yang penuh dengan jalan yang berliku - liku dan simpang siur) ditengan pandemi virus corona.

Belajar dalam suatu ruang pembelajaran yang semestinya (nyaman dan sesuai) tentunya  hal diinginkan setiap siswa/mahasiswa. Tetapi dalam hal seperti ini langkah yang dilakukan dan trobosan dalam bidang pendidkan oleh pemerintah juga tepat dalam menyikapi penyebaran COVID–19 dengan mengalihkan proses pembelajaran kerumah. 

Walapun banyak kelemahan yang perlu diperhatikan kedepannya, seperti kesigapan  dari tenaga pendidik dalam hal memfasilitasi kegiatan pembelajaran berbasis online dan konsistensi tenaga pendidk dalam menjalankan proses pembelajaran online.

Sehingga ketertinggalan pengetahuan tidak terjadi dalam pengembangan kapasitas setiap siswa dan mahasiswa secara khususnya. Sebab tempat pembelajaran (sekolah) adalah tempat menumbuhkan budi pekerti.
       
Kondisi seperti ini tentunya tidak lagi selalu mencari-cari kesulitan dan tidak dapat keluar daripadanya melainkan bagaimana memastikan perjalanan/langkah yang dilakukan pemerintah dapat selamat mencapai kemenangan yaitu memberantas wabah Covid-19 sampai keakarnya. 

Mari bersama memaknai kehidupan yang sedang terjadi saat ini adalah pembelajaran yang Mutlak untuk perkembangan peradaban dan selalu belajar dari pengalaman yang terjadi. 

Mulailah berpikir jangka panjang, yang penuh kewaspadaan dalam menyikapi persoalan kecil jangan biarkan apalagi diremehkan hal tersebut, takutnya hal itu seperti membesar seperti saat ini. Sejalan dengan disampaikan tokoh bangsa kita Tan Malaka. Syarat menjadi negara maju. 1) tidak ada negeri yang dicabik pertikaian menjadi sejahtera, 2) pemimpin harus percaya diri dan jujur kepada rakyat.
       
Perjuangan masyarakat Indonesia saat ini bukan, inun sah jari jari ay (apa yang akan terjadi terjadilah), melainkan lebih dari itu masyarakat Indonesia lebih membutuhkan pemimpin yang tidak rajin menghimbau dan memberi kebijakan yang sulit di jalankan.

Tetapi mengimplementasikan moralitas publik dalam kepemimpinannya. Dengan demikian tindakan dan keteladanannya mampu membawa republik ini dari labirin persoalan pandemi COVID-19.

Oleh: Obi Seprianto

COMMENTS

Nama

Editorial,1,Hukum,3,News,86,Opini,17,
ltr
item
Legal Voice: Kehidupan Kiwari untuk Pembelajaran
Kehidupan Kiwari untuk Pembelajaran
https://1.bp.blogspot.com/-EfJUxreFg80/Xp5xD6meyVI/AAAAAAAAA9E/cjABZrE5evYbkQpCQkOI-_UmI5tzTVrcwCLcBGAsYHQ/s1600/vvv.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-EfJUxreFg80/Xp5xD6meyVI/AAAAAAAAA9E/cjABZrE5evYbkQpCQkOI-_UmI5tzTVrcwCLcBGAsYHQ/s72-c/vvv.jpg
Legal Voice
http://www.legalvoice.id/2020/04/kehidupan-kiwari-untuk-pembelajaran.html
http://www.legalvoice.id/
http://www.legalvoice.id/
http://www.legalvoice.id/2020/04/kehidupan-kiwari-untuk-pembelajaran.html
true
5448203866042148273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy