Kasus “video syur 19 detik”, dapatkah GA dipidana?


Ilustrasi/ Tribunjogja.com

Opini, Legalvoice.id - Video syur 19 detik yang berisi adegan persetubuhan menjadi viral, salah satu pemeran wanita video tersebut adalah tokoh yang sudah dikenal umum berinisial GA, seorang artis yang juga juara dalam ajang pencarian idola Indonesia. Video ini diduga dibuat pada tahun 2017 dan tersebar sejak 6 November 2020.

Kasus ini kemudian menjadi masalah hukum yang tengah diperiksa pihak berwajib. Penyidik Polda Metro Jaya yang memeriksa perkara video syur19 detik sudah menetapkan GA dan MYD sebagai tersangka pada 29 Desember 2020, namun hal ini memicu banyak kontroversi atau perbedaan pendapat oleh beberapa kalangan.

Komnas perempuan menyebut “keputusan pihak kepolisian kurang tepat dengan menetapkan Gisel sebagai tersangka. Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi mengatakan bahwa Gisel seharusnya bukan tersangka melainkan korban” (dikutip dari Liputan6.com). Selain itu, Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) juga mengkritisi penetapan tersangka GA "ICJR mengingatkan catatan mendasar pada kasus ini, bahwa siapa pun yang berada dalam video tersebut, apabila sama sekali tidak menghendaki adanya penyebaran ke publik, tidak dapat dipidana, atas dasar berikut," kata Maidina dalam keterangan tertulis, Selasa, 29 Desember 2020. (dikutip dari Nasional.tempo.co).

Melihat banyak kontroversi, maka sangat perlu memahami penjelasan hukum terkait kasus video syur 19 detik. Sebagai dosen hukum, penulis juga tertarik untuk ikut memberikan pendapat hukum mengenai perkara ini sebagai bahan pertimbangan.

Pertama, apa pelanggaran hukum dalam video syur 19 detik? Pelanggaran hukum adalah peristiwa atau perbuatan yang melanggar Undang-undang yang mengandung ancaman pidana. Tuduhan pelanggaran hukum  terhadap GA yang diberikan Penyidik Polda Metro Jaya adalah pelanggaran Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Berikut ketentuan hukum pidana Pasal 29 Jo. Pasal 4 Ayat (1) Undang-Undang pornografi:

Pasal 29

Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).

Pasal 4 Ayat (1)

Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat:

a.persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;

b.kekerasan seksual;

c.masturbasi atau onani;

d.ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;

e.alat kelamin; atau

f.pornografi anak.

Jadi ketentuan Undang-Undang ini melarang pembuatan, penyebaran, bisnis pornografi. Pornografi berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang artinya gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat. Artinya membuat atau menyebarkan ataupun berbisnis video syur yang mengandung persenggamaan atau persetubuhan merupakan pelanggaran hukum pidana karena melanggar ketentuan Pasal 29 Jo. Pasal 4 ayat (1) UU Pornografi.  

Kedua, apakah GA bersalah terhadap video syur 19 detik tersebut? apakah pelanggaran hukum cukup untuk menjatuhkan hukuman pidana atau tidak? Pertanyaan ini sering ditanyakan para sarjana hukum, karena suatu prinsip hukum, seseorang tidak dapat di pidana apabila tidak bersalah (geen straf zonder schuld). Hal ini terkait pertanggungjawaban hukum. Bagi masyarakat, menghukum orang yang tidak bersalah dirasa tidak adil, misalnya menghukum seseorang yang melakukan tindakan terlarang karena gerakan refleks atau pembelaan diri.

Dalam ilmu hukum, doktrin atau ajaran mengenai kesalahan ini cukup beragam, khususnya karena perbedaan dalam memandang manusia dan masyarakat. Membahas doktrin-doktrin ahli hukum sangat rumit dan melelahkan, tapi yang hendak disampaikan disini adalah doktrin yang umum diterima, dengan bahasa yang sederhana. Seseorang dianggap bersalah apabila orang tersebut tidak berperilaku sebagaimana seharusnya orang normal berperilaku. Ada dua unsur kesalahan, yaitu unsur internal dan unsur eksternal, unsur internal adalah faktor yang terdapat didalam diri pelaku tindak pidana, seperti sikap dan pandangan kesusilaan dan unsur eksternal yaitu masyarakat.

Konsep kesalahan adalah sebagai berikut, manusia ingin hidup ditengah-tengah masyarakat, dan didalam masyarakat tersebut terdapat norma/kaidah bagaimana berperilaku untuk mengatur hubungan masyarakat agar tetap harmonis. Manusia selalu dianggap memiliki akal oleh karena itu pastilah memahami norma/kaidah dalam bermasyarakat yang harus dipatuhi. Misalnya, seorang pengendara mobil harus memahami bahaya yang ada di jalan, oleh karena itu ada norma kehati-hatian dalam mengemudi mobil, apabila tidak hati-hati bisa merugikan orang lain karena kecelakaan, seperti akibat kematian.

Faktor eksternal kesalahan adalah adanya pencelaan masyarakat terhadap perilaku menyimpang seseorang. Seperti pengemudi mobil dianggap memiliki perilaku menyimpang apabila mengemudi mobil di jalan dengan ugal-ugalan, hal ini dicela masyarakat. Faktor internal kesalahan adalah psikologis atau keadaan pikiran dari pelaku tindak pidana. Orang yang sudah memiliki kemampuan berpikir dalam standar berpikir orang normal seharusnya memahami seutuhnya perbuatannya dan akibat dari perbuatannya. Pengemudi mobil yang ugal-ugalan, ternyata sudah cakap berpikir untuk memahami menyetir mobil dan keadaan jalanan, namun masih tetap ugal-ugalan, maka pengemudi mobil bersalah terhadap perbuatannya membawa mobil ugal-ugalan yang menabrak pengguna jalan lainnya.

Beberapa data yang penulis himpun dari berbagai media masa mengenai kasus video syur 19 detik, sebagai berikut:

1. Video syur 19 detik berisi persetubuhan antara GA dan MYD.

2. Video syur 19 detik dibuat oleh GA sendiri.

3. Pada saat pembuatan video  syur 19 detik GA berstatus istri dari orang lain.

4. GA mengirimkan video  syur 19 detik kepada MYD.

5. Video syur 19 detik menjadi viral dan ramai menjadi isu publik secara nasional.

Berdasarkan data tersebut maka penulis berpendapat peristiwa hukumnya adalah:

1. Video syur 19 detik yang berisi adegan tidak senonoh dan melanggar kesusilaan telah menimbulkan kerugian besar pada masyarakat.

2. GA secara sadar merekam dirinya pada penyimpanan media elektronik, video tidak dibuat dengan bantuan orang lain atau dibuat orang lain.

3. Kesalahan GA diperberat dengan adanya kesadaran GA bahwa GA adalah seorang istri yang dilarang untuk bersetubuh dengan orang lain.

4. GA secara sadar mengirimkan video  syur 19 detik kepada MYD dengan adanya resiko video masuk dalam dunia maya.

5. MYD tidak keberatan dengan perekaman video dan pengiriman video oleh GA.

Tindakan persetubuhan yang dilakukan GA dan MYD sudah sepatutnya dipahami GA dan MYD sebagai pelanggaran hukum, malah keduanya secara sadar menginginkan dokumentasi perbuatan melanggar hukum mereka terdokumentasi dalam penyimpanan elektronik, yang mana tindakan mereka ini sangat menyimpang dari kebudayaan masyarakat Indonesia, artinya perbuatan merekam video senonoh sendiri adalah perbuatan yang tercela. Penyimpanan elektronik sebagaimana kita ketahui sangat mudah dipindahkan atau diperbanyak atau di pulihkan ahli IT. Bahkan GA mengirim video kepada MYD melalui media internet dengan resiko masuk ke dalam dunia maya.

Berdasarkan Penjelasan Pasal 4 Ayat (1) Undang-Undang pornografi yang dimaksud dengan "membuat" adalah tidak termasuk untuk dirinya sendiri dan kepentingan sendiri. Artinya pembuatan video untuk diri sendiri adalah dikecualikan, namun faktanya video syur 19 detik sudah tersebar ke publik. Untuk menafsirkan ketentuan Undang-Undang Pornografi maka harus dipahami maksud pembuatan Undang-Undang tersebut. Dalam pertimbangan huruf b. Undang-Undang Pornografi disebut pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi semakin berkembang luas di tengah masyarakat yang mengancam kehidupan dan tatanan sosial masyarakat Indonesia. Jadi yang dilindungi Undang-Undang ini adalah kehidupan dan tatanan sosial masyarakat Indonesia, oleh karena itu kerugian yang ditimbulkan video syur 19 detik kepada masyarakat adalah titik tolak pencelaan perbuatan. Oleh karena itu, ketentuan Penjelasan Undang-Undang ini sudah gugur saat video syur 19 detik menjadi konsumsi publik ditambah GA adalah tokoh masyarakat.

Jadi menurut pendapat penulis kasus video syur 19 detik adalah pelanggaran hukum baik pembuatan maupun penyebarannya dan GA maupun MYD sangat mungkin bersalah dalam pelanggaran hukum tersebut. Pendapat ini didasarkan data sementara, hal ini dapat berubah apabila di dalam persidangan ditemukan fakta yang berbeda dari pemberitaan saat ini.

 

Penulis: James Erikson Tamba (Dosen Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta)

COMMENTS

Nama

Editorial,1,Hukum,3,News,88,Opini,20,
ltr
item
Legal Voice: Kasus “video syur 19 detik”, dapatkah GA dipidana?
Kasus “video syur 19 detik”, dapatkah GA dipidana?
https://1.bp.blogspot.com/-Qq-hd9_mKUM/X_KphyLvS4I/AAAAAAAAAkQ/e2C3w9Baxn049CbxbE93x-vgBw--5E__wCLcBGAsYHQ/s320/ilustrasi-situs-porno-ist-via-tribunjogjacom.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Qq-hd9_mKUM/X_KphyLvS4I/AAAAAAAAAkQ/e2C3w9Baxn049CbxbE93x-vgBw--5E__wCLcBGAsYHQ/s72-c/ilustrasi-situs-porno-ist-via-tribunjogjacom.jpg
Legal Voice
http://www.legalvoice.id/2021/01/kasus-video-syur-19-detik-dapatkah-ga.html
http://www.legalvoice.id/
http://www.legalvoice.id/
http://www.legalvoice.id/2021/01/kasus-video-syur-19-detik-dapatkah-ga.html
true
5448203866042148273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy